.
Penggunaan Dana BOS Disosialisasikan PDF Cetak E-mail
Oleh Administrator   
Minggu, 20 Februari 2011 16:21

Dikhawatirkan Diselewengkan Pihak Sekolah
Tanjungpinang - Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) Kota Tanjungpinang merasa khawatir akan penggunaan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS). Untuk itu Disdikpora melakukan sosialisasi kepada Kepala Sekolah (Kepsek) dan bendahara SD maupun SMP se Kota Tanjungpinang.
Wajar bila Disdikpora merasa khawatir terhadap penggunaan dana BOS ini, karena nilainya cukup besar Rp12.714 Miliyar, yakni untuk tingkat SLTP Negeri berjumlah Rp4.099.175.000, dan SMP swasta berjumlah Rp859.056.000, dengan total Rp4.958.225.000. Sedangkan dana BOS untuk SD Negeri berjumlah Rp7.755.600.000 dan SD swasta Rp1.250.800.000 atau sekitar Rp9.006.400.000.

Pada sosialisasi penggunaan dan pertanggungjawaban dana BOS yang di gelar di hotel Bintan Plaza, Rabu (16/2) ini, dihadiri sebanyak 160 peserta terdiri dari para Kepsek dan bendahara sekolah  dari 58 sekolah SD  dan 23 sekolah SMP.

Sekretaris Disdikpora yang juga merangkap Ketua pelaksana sosialasi dana BOS, Lindawati, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk membantu para pihak sekolah dalam mempergunakan dana BOS. Untuk tahun ini dana BOS yang dianggarkan oleh Pemerintah pusat melalui Kementerian Pendidikan Nasional naik dibandingkan dengan tahun 2010 lalu.

Kenaikan jumlah bantuan BOS tersebut disebabkan meningkatnya jumlah siswa SD dan SLTP baik Negeri maupun swasta dari data yang diberikan oleh Dinas Dikpora Tanjungpinang.

“Untuk tingkat SLTP baik Negeri maupun swasta setiap siswa akan mendapatkan dana bantuan sebesar Rp575 ribu pertahun. Sedangkan tingkat SD mendapatkan bantuan sebesar Rp400 ribu persiswa setiap tahun,” ujar Linda disela-sela Sosialisasi Dana BOS.

Lebih lanjut dikatannya, bila Disdikpora juga mendapatkan alokasi bantuan dana BOS dari Pemerintah Kota (Pemko) Tanjungpinang melalui APBD sebesar Rp1,6 Miliyar.

“Namun dari sejumlah SMP dan SD swasta yang mendapatkan bantuan dana BOS, ada juga dua sekolah swasta yang tidak mau menerima yaitu sekolah Juwita dan Pelita Nusantara. Alasan mereka tidak mau menerima dana bantuan ini karena mungkin sekolah tersebut sudah cukup mampu dalam mengelola kegiatan sendiri di sekolahnya,” ungkap Linda.

Sejauh ini pihaknya tetap mengajukan bantuan tersebut kepada sekolah yang bersangkutan. Apabila sekolah tersebut tidak mau menerimanya, maka nantinya dari Disdikpora Tanjungpinang akan membuat pernyataan bersama sekolah yang tidak mau menerima bantuan dana BOS agar dikemudian hari tidak terjadi perselisihan antara kedua-duanya.

Lebih lanjut Linda menjelaskan, mekanisme pengiriman dana BOS di setiap kota dan kabupaten pertama setelah Pemerintah Pusat mentransfer ke rekening kas daerah, maka selanjutnya dari kas daerah akan menyampaikannya ke rekening masing-masing sekolah penerima bantuan melalui clearing di Bank.

Agar proses clearing berjalan lancar, maka kelengkapan administrasi yang perlu dibenahi adalah menyiapkan Rencana Kerja Anggaran (RKA) dan data siswa penerima dana bantuan BOS sesuai yang diajukan oleh pihak Disdikpora ke Dinas Pendapatan, Pengelolaan dan Keuangan Aset Daerah (DPPKAD).

Setelah dokumen yang diberikan lengkap dan sesuai dengan prosedur yang diminta, maka nantinya pihak DPPKAD akan langsung menyalurkan bantuan tersebut ke masing-masing rekening sekolah penerima bantua BOS.

Transfer bantuan BOS ke rekening masing-masing sekolah dilaksanakan per tiga bulan sekali dengan interval dari bulan Januari-Maret, April-Juni, Juli-September dan Oktober-Desember.

“Anggaran BOS yang ditransfer di setiap sekolah dipegang oleh tiga unsur antara lain bendahara sekolah, komite sekolah dan Kepala Sekolah dan dana tersebut nantinya akan digunakan untuk kegiatan-kegiatan yang ada di sekolah,” kata Linda.

Diingatkannya, kalu dana BOS ini boleh dimanfaatkan oleh siswa dalam melakukan kegiatan di sekolah antara lain bila siswa ingin mengikuti kegiatan sains, seminar ataupun cerdas cermat di daerah lain, maka biaya pengganti transportasi dapat dimanfaat dari dana BOS.

Selain itu juga bila sekolah kekurangan buku pendukung UN maupun UASBN di perpustakaan, maka anggarannya boleh diambil dari dana BOS.

“Yang terpenting bagaimana dana BOS ini dapat dimanfaatkan dan digunakan dalam satu tahun untuk mendukung program-program pendidikan yang ada di sekolah,” imbuh Linda.

Sementara Kepala Disdikpora Kota Tanjungpinang Dr Syafrial Evi dalam sambutannya saat membuka sosialisasi berharap kepada sekolah yang mendapatkan dana BOS agar dapat menggunakan anggaran itu dengan sebaik-baiknya demi kelancaran operasional di masing-masing sekolah.

“Dana BOS ini sangat bermanfaat menunjang siswa dalam hal membantu kelancaran proses beajar mengajar di sekolah, jadi intinya dana ini bukannya digunakan secara pribadi, melainkan untuk memenuhi kebutuhan siswa dalam hal operasional sekolah,” kata Syafrial Evi.

Lebih lanjut dijelaskan  Syafrial Evim pada awal bulan Februari lalu dana BOS ini sudah dikirim kedaerah melalui Kementerian Pendidikan Nasional. Dengan masuknya anggaran tersebut kata Syafrial, maka agar tidak terjadi kebingungan dalam menggunakannya, maka Disdikpora melakukan sosialisasi penggunaan dana BOS tersebut.

Tujuannya supaya tidak terjadi kekeliruan pada masing-masing sekolah yang menggunakan dana BOS dalam rangka menunjang operasional sekolah.

“Bila tahun lalu pengalihan anggaran dana BOS melalui kas daerah, namun saat ini Pemerintah pusat langsung menstransfer ke masing-masing rekening sekolah,” ujar Syafrial Evi lagi. (sm/rz)

haluan kepri

 

Share
LAST_UPDATED2
 

themesclub.com cms Joomla template
Copyright © 2007 Dinas Pendidikan Provinsi Kepulauan Riau  -  All Rights Reserved. design by bankabu@gmail.com
themesclub logo
VPS Terbaik di Indonesia